|
Oleh asppuk1
|
|
Selasa, 10 November 2009 04:40 |
Perempuan 50 tahun itu biasa disapa dengan sebutan mbah Kas. Tinggal di salah satu dusun di Desa Tamanan Wetan Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau tinggal bersama suami dan lima anak perempuannya.
Mbah Kas mempunyai nama asli Kasinah. Suaminya bekerja sebagai buruh di salah satu pabrik di Yogyakarta. Dengan lima anak, tentunya bukan hal mudah bagi keluarga mbah Kas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mbah Kas sebagai ibu rumah tangga tidak tinggal diam, dengan gigih beliau berusaha untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
Sudah dua kali mbah Kas berganti usaha. Awalnya mbah Kas menjual bermacam-macam makanan siap saji (ratengan). Dari berjualan ratengan, hasil yang diperolehnya mencukupi kebutuhan keluarganya. Aktivitas tersebut sangat menguras tenaganya, namun profesi ini tetap dijalankan beberapa lama karena ia harus menyekolahkan anak-anaknya hingga lulus SMA. Setelah 4 anaknya sudah lulus SMA dan bekerja, mbah Kas alih profesi menjadi pengusaha telur asin. Telur asin mbah Kas dijual dengan harga Rp.1.500,- per butir. Selain itu, mbah Kas mempunyai harga spesial bagi yang membeli dalam jumlah banyak dan akan dijual kembali Walaupun hasilnya tidak sebanyak dulu, tetapi hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mbah Kas bergabung dalam kelompok Pelaku Usaha Perempuan sejak 3 tahun yang lalu. Setelah berkelompok banyak manfaat yang bisa dirasakan, “Jadi bisa muter-muter usaha, lumayan ada modal sedikit (modal kelompok-red) untuk usaha. Dulu ga ada (kelompok-red) sulit untuk mencari modal untuk usaha” begitu ungkapan mbah Kas. Diungkapkan juga oleh mbah Kas, keberadaan Kelompok tidak hanya dirasakan dalam bantuan modal saja. Bahkan beliau mengaku mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat dalam setiap pertemuan kelompok.
 |